Dialog Australia-Indonesia: Menggerakan perhatian rakyat tentang sains

Dialog Australia-Indonesia: Menggerakan perhatian rakyat tentang sains

Dialog Australia-Indonesia: Menggerakan perhatian rakyat tentang sains

Diperbaharui 5 March 2013, 17:47 AEDT

Kerja sama dalam bidang sains dan teknologi dianggap sebagai salah satu topik penting untuk dibicarakan untuk membangun hubungan Indonesia dengan Australia –cukup penting untuk dimasukkan sebagai bahan pembicaraan dalam Indonesia-Australia Dialogue di Sydney.

Menurut ketua Yayasan Prasetya Mulya, Profesor Djisman Simandjuntak, yang menghadiri diskusi sains dan teknologi tersebut, Indonesia dan Australia bisa membangun kerja sama untuk meningkatkan keterbukaan sains untuk masyarakat umum, terutama dalam bidang teknologi kesehatan, energi, perubahan iklim, dan perikanan.  

“…injeksi sains tidak hanya akan menambah produktivitas tapi juga sekaligus memperbaiki inclusiveness sektor-sektor ini, menyumbang pemerataan, dan juga keberlanjutan sektor itu,” katanya.

Dialog tersebut, katanya, tidak konklusif karena waktu yang singkat, tapi menjadi sebuah awal diskusi mengenai dialog antar bangsa dalam bidang sains.

“Barangkali kita memang bisa memikirkan, mengorganisasi suatu kegiatan sains yang bisa mengangkat profil sains dalam dialog antar bangsa yang selama ini terasa sangat kurang.”

Bidang sains yang sangat kompleks, seperti fisika kuantum, misalnya, dikatakan bisa dipaket agar masyarakat bisa lebih mengerti mengenai sains, terutama karena bidang-bidang kompleks tersebut pun banyak penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tapi dia juga menekankan bahwa sains bukanlah satu-satunya jawaban.

“Science, per se, bukan solusi. Dia harus disatukan dengan unsur-unsur lain supaya jadi efektif.”

Untuk ke depannya, Ketua Dewan Penyantun CSIS ini berkata bahwa Indonesia dan Australia bisa bekerja sama sebagai rekanan yang setara.

“Harapan saya terutama kita dari Indonesia bisa menggunakan sumber pengetahuan sains di Australia, dan sebaliknya, Australia bisa memanfaatkan banyak sekali objek-objek sains di Indonesia.”

Dengarkan wawancara lengkapnya melalui tautan audio. 

Kontributor

Dian Islamiati Fatwa

Dian Islamiati Fatwa

Produser

Karir Dian di dunia jurnalistik dan penyiaran dimulai sejak tahun 1992.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.