Gizi keluarga: tanggung jawab perempuan semata?

Gizi keluarga: tanggung jawab perempuan semata?

Gizi keluarga: tanggung jawab perempuan semata?

Diperbaharui 25 January 2013, 16:56 AEDT

Apakah benar bahwa kodrat seorang wanita adalah untuk memasak dan mengurus rumah tangga? Pada Hari Gizi Nasional ini (25/1), Radio Australia mengajak Anda berdiskusi mengenai siapakah yang bertanggung jawab untuk memenuhi keperluan nutrisi keluarga.

Beberapa saat yang lalu, topik ini tiba-tiba muncul di dalam percakapan antara saya dan pasangan saat kami sedang makan bersama. Saya lahir dan besar di Jakarta di mana masyarakatnya mengaku sudah lebih modern dan kesetaraan antara wanita dan pria sudah lebih nyata bentuknya. Sedangkan pasangan saya lahir dan besar di Temanggung, di mana adat Jawa dirasa masih demikian kental. Baginya, seorang perempuan harus bisa memasak. Akan tetapi bagaimana jika seorang perempuan memang tidak bisa memasak?

Menurut sebagian besar responden lokal Australia berusia 21-35 tahun, hal seorang wanita bisa memasak ternyata sudahlah tidak relevan lagi. Mereka merasa sangatlah penting baik bagi perempuan dan laki-laki untuk bisa memasak. “Suami saya bisa memasak dan saya melihat hal ini sangat bermanfaat. Saat ia dan teman-teman laki-lakinya pergi memancing atau berkemah, dialah yang selalu memasak untuk semua karena yang lain tidak tahu bagaimana caranya,” jawab Kerry Aldred, seorang warga New South Wales.

Sebaliknya, bagi sebagian besar responden Indonesia yang tinggal di Australia, ternyata tetaplah penting bagi seorang wanita untuk bisa memasak, sekalipun hal ini sifatnya bukan kodrati. “Tetaplah penting bagi seorang wanita untuk bisa memasak, karena kebanyakan wanitalah yang pada akhirnya akan banyak menghabiskan waktu di rumah untuk mengurus anaknya,” jawab Jurine Adriana, ibu dari seorang putri berusia 2 tahun.

Adanya stereotip gender ini diakui Lauren Smith, seorang ahli gizi Australia, yang berpendapat ini adalah produk sejarah dari zaman perang dunia pertama dan kedua.

“Di Barat, pada masa itu, sebagian besar laki-laki maju berperang sedangkan para perempuan tinggal di rumah dan menjaga anak-anak. Dengan gaji yang sangat kecil, banyak hal pun akhirnya dilakukan untuk berhemat. Lebih dari itu, semua individu yang memasak untuk kantin tentara pun adalah perempuan,” jelas Lauren.

“Sedangkan sekarang sudah banyak perempuan yang sukses dan berkesempatan melakukan hal yang mereka sukai, karenanya stereotip ini pun mulai hilang,” tambahnya.

Perlu kita akui bahwa ada perbedaan budaya dalam masyarakat Indonesia dan Australia. Bagi masyarakat Australia, yang terbiasa meninggalkan rumah pada usia yang relatif muda dan mulai hidup sendiri, memasak merupakan hal yang lazim dilakukan baik oleh laki-laki maupun perempuan.

Sedangkan di Indonesia, kebanyakan anak akan tinggal bersama orang tuanya hingga mereka menikah. Oleh karena itu memasak pun bukanlah hal yang umum dilakukan. Lebih lagi dengan adanya asisten rumah tangga yang bertanggung jawab untuk memasak, dan harga makanan cepat saji yang murah. Mendidik anak untuk bisa memasak pun menjadi tidak penting dilakukan.

Perubahan Masyarakat

Tentu masyarakat Indonesia pun kini sudah menunjukkan banyak perubahan. Dan ada juga anggota masyarakat Australia yang percaya bahwa perempuan harus bisa memasak. Athalie, perempuan setengah baya dari Adelaide, ketika saya tanyakan apakah perempuan harus bisa memasak, berkata bahwa ‘sangat penting perempuan bisa memasak.’

Dan Isabelle, yang berasal dari Tasmania, juga setuju bahwa perempuan harus bisa memasak. Tapi, perempuan muda ini mengatakan hal itu bukan karena alasan gender, tapi karena kesehatan.

“Sangat penting untuk semua orang harus bisa memasak, karena itu mencegah kita memakan makanan yang tidak sehat. Kita bisa mengerti apa yang ada di dalam makanan kita,” katanya.

Bagaimana menurut Anda?

Di Hari Gizi Nasional ini (25/1), mari kita berdiskusi: apakah seorang perempuan sudah selayaknya tinggal di rumah, memasak, mengurus rumah tangga, dan tidak perlu ambisius dalam mengejar mimpi-mimpinya? Apakah Anda beranggapan bahwa memasak merupakan suatu kecakapan yang penting untuk Anda miliki? Tinggalkan komentar dan pertanyaan Anda di bawah ini, atau kunjungi halaman facebook kami untuk ikut berbincang dan berdiskusi.

Komentar

Komentar tidak akan diterbitkan sebelum dimoderatori. Dengan meninggalkan komentar, Anda setuju mengikuti tata tertib.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.