Hidup di Australia Lebih Mudah Tapi Orang Indonesia Lebih Bahagia

Hidup di Australia Lebih Mudah Tapi Orang Indonesia Lebih Bahagia

Hidup di Australia Lebih Mudah Tapi Orang Indonesia Lebih Bahagia

Diperbaharui 6 February 2014, 13:46 AEDT

Program Pertukaran Pemuda Indonesia Australia AIYEP berlangsung di Bukittinggi.

Peserta dari Australia, Samantha (Sam) Howard berecerita tentang pengalamnya.

Selama satu bulan, Sam tinggal di pedesaan di puncak pegunungan bukit barisan di Sumatera Barat yang jauh berbeda dengan hiruk pikuk Melbourne, kota asalnya di Australia.

Samantha Howard adalah salah seorang dari 36 peserta AIYEP tahun ini.

Satu bulan pertama, para peserta AIYEP ditempatkan di Bukit Ubun-Ubun, Jorong Ujung Ladang, Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok. 

Kawasan ini terletak di puncak pegunungan bukit barisan yang terdapat di Sumatera Barat.

Samantha atau biasa dipanggil Sam yang fasih berbahasa Indonesia itu mengaku sangat terpesona dengan kehidupan di Koto Sani.

Selama berada di Koto Sani, Sam tinggal dengan keluarga angkat. Sam mengaku di awal minggu pertama tinggal di Koto Sani ia sempat mengalami kesulitan menyesuaikan diri. Namun pada akhirnya ia merasa sangat menikmati kehidupan di kawasan pedesaan di Indonesia.

"Di rumah saya di Koto Sani tidak ada shower. Disini makan ayam sama sambal sama nasi. Di Aussie saya makan nasi 2 kali per minggu, tapi di Koto Sani saya makan nasi 3 kali sehari.

Tidak hanya Sam yang menikmati hari-harinya tinggal di alam pegunungan berhawa segar di Koto Sani, sebaliknya Merry Yulia Sari, anak pertama dari keluarga angkat Sam juga mengaku sangat senang memiliki Sam di tengah keluarga mereka.

Kehadiran peserta AIYEP juga sangat diapresiasi warga setempat. Selama ditempatkan di Koto Sani peserta AIYEP banyak melakukan kegiatan pembangunan masyarakat. Mulai dari mengajar Bahasa Inggris di sekolah-sekolah, memberikan pengetahuan usaha, mengajarkan olahraga khas Australia hingga memperbaiki irigasi. Sam mengaku senang  bisa membantu warga di Koto Sani.

Sam saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa Jurusan Studi Indonesia di Universitas Melbourne. Sebelumnya ia pernah tinggal di Jogja untuk program pertukaran pelajar lainnya.

Bagi Sam pengalaman tinggal di Bukittinggi dalam program AIYEP ini semakin melengkapi pemahamannya mengenai Indonesia sekaligus membuatnya lebih menghargai tanah kelahirannya.
 

Kontributor

Iffah Nur Arifah

Iffah Nur Arifah

Reporter

Iffah adalah jurnalis Radio Australia pertama yang berbasis di Jakarta. Liputannya mencakup berbagai peristiwa politik, ekonomi dan sosial yang terjadi di Indonesia.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.