Hubungan Indonesia dan Australia belum tentu Stabil

Hubungan Indonesia dan Australia belum tentu Stabil

Hubungan Indonesia dan Australia belum tentu Stabil

Terbit 4 July 2012, 13:27 AEST

Indonesia tetap tidak berkeinginan meningkatkan quota import daging dari Australia. Dalam pertemuan dengan pengusaha Australia hari Selasa  di Canberra kemarin,  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono justru meminta pengusaha Australia untuk melakukan investasi di Indonesia guna mendukung swasembada daging pada tahun 2014.

Pengamat Indonesia dari Universitas Nasional Australia, Greg Fealy menilai Indonesia memberikan semacam ‘hukuman’ kepada Australia setelah menghentikan eksport ternak tahun lalu menyusul kemarahan public Australia melihat cara penyembelihan di Indonesia yang dianggap tidak berperikemanusiaan.

Greg juga menilai, dalam kunjungan SBY ke Australia kali ini, Australia lebih banyak memberikan konsensi terhadap Indonesia termasuk diantaranya memberikan kemudahan akses diplomat Indonesia  terhadap tersangka penyelundup manusia di bawah umur dan memulangkan segera bila terbukti masih di bawah umur.

Meskipun banyak pihak menilai pertemuan dua pemimpin negara antara Susilo Bambang Yudhoyono dan Julia Gillard menjadi symbol semakin hangatnya hubungan kedua negara, akan tetapi Greg menduga belum tentu hubungan kedua negara bisa stabil.

Ikut wawancara selengkapnya dengan rekan Dian Islamiati Fatwa.

Kontributor

Dian Islamiati Fatwa

Dian Islamiati Fatwa

Produser

Karir Dian di dunia jurnalistik dan penyiaran dimulai sejak tahun 1992.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.