Kebebasan dan toleransi dalam pandangan Islam

Kebebasan dan toleransi dalam pandangan Islam

Kebebasan dan toleransi dalam pandangan Islam

Terbit 4 January 2013, 14:59 AEDT

Islam itu sempurna, namun tidak semua muslim sempurna. Itulah yang ditegaskan Felix Siauw, ustadz yang juga dikenal sebagai Islamic inspirator. Felix, yang juga sudah menulis beberapa buku, juga menjelaskan bagaimana Islam memandang soal toleransi.

Awal tahun 2012, Menteri Agama, Suryadharma Ali mengatakan kerukunan agama di Indonesia adalah yang terbaik di dunia.

Tapi, sejumlah laporan soal penyerangan rumah ibadah, pelarangan ritual ibadah, hingga keresahan masyarakat yang dilakukan oleh organisasi yang mengatasnamakan agama pun marak terjadi sepanjang tahun lalu.

Felix Siauw menyatakan hal ini disebabkan karena kerukunan beragama di Indonesia masih jauh dari ideal.

"Sayangnya di Indonesia, beberapa orang tidak bertoleransi terhadap umat agama lain. Nah, tapi sebaliknya, ada juga yang atas nama toleransi, ia malah meninggalkan agama," ujarnya.

Khususnya bagi umat Islam, Felix menjelaskan perbedaan ini karena adanya cara interpretasi yang berbeda.

"Ada beberapa ayat yang disalahartikan yang malah menyebabkan tindakan provokatif. Padahal, ayat yang mengatur soal toleransi dalam Islam sudah sangat jelas. Muslim memberikan sebuah kesempatan seluas-luasnya kepada yang bukan beragama Islam untuk beribadah seluas-luasnya," jelas Felix.

Felix Siauw sendiri adalah seorang mualaf, yang pada saat ia mulai mempelajari Islam, telah banyak pemberitaan kurang baik mengenai Muslim di Indonesia.

"Awalnya, informasi yang saya dapatkan kebanyakan tentang Muslim yang buruk dan terpuruk, setelah saya melakukan pencarian, ternyata Islam itu berbeda dengan Muslim. Muslim banyak harus melakukan pembenahan, sementara Islam ini sempurna."

Walaupun sebagai Muslim, Felix yang memiliki keturunan Cina ini mengaku terkadang masih mendapatkan diskriminasi.

"Ini menjadi bukti bahwa umat Muslim ini belum memahami Islam dengan sempurna. Karena seharusnya bukan melihat etnisnya apa sebagai indikasi. Untuk ini, kita harus legowo,menerima dengan hati yang lapang, karena itu adalah perkara ketidaktahuan."

"Kita harus mencontohkan bahwa setiap manusia ini layak mendapatkan penghormatan, baik agamanya Islam atau agama-agama yang lain. Mereka semua manusia yang layak mendapatkan penghormatan."

"Islam adalah agama yang sebenarnya sangat menghormati agama dan orang lain."

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.