Ketika Kita Ditinggal Pergi Selamanya

Ketika Kita Ditinggal Pergi Selamanya

Ketika Kita Ditinggal Pergi Selamanya

Terbit 24 December 2012, 14:39 AEST

Hidup adalah suatu perpisahan dan pertemuan kembali.

Itulah sebabnya di bandar udara atau pelabuhan atau bahkan stasiun bis/kereta api, kita begitu sering menyaksikan air mata bercucuran ketika akan melepas dan ketika menyambut sanak keluarga atau handai taulan.

Namun, perpisahan yang selama-lamanya adalah ketika ajal telah sampai.

Dan kedukaan yang timbul harus digarap agar langkah kehidupan dapat dilanjutkan.

Kedukaan yang berlarut yang tidak dilampiaskan, bisa menghambat.

Dalam wawancara dengan Radio Australia Senin 24-12-12 psikolog Novi Chandra yang sedang mengerjakan program S-3 (doktoral) di Universitas Melbourne, memberi beberapa petunjuk tentang cara-cara menghadapi dan menangani kedukaan.
 

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.