Krisis pangan masih mengancam Indonesia

Krisis pangan masih mengancam Indonesia

Krisis pangan masih mengancam Indonesia

Terbit 7 September 2012, 13:55 AEST

Badan Pangan dan Pertanian PBB FAO mengingatkan kemungkinan terulangnya krisis pangan seperti yang terjadi tahun 2008.

Krisis pangan saat itu muncul karena komoditas pangan tidak terkelola dengan baik.

Sejauh ini Mentan Suswono percaya Indonesia tidak akan mengalami krisis pangan, sebab produksi padi tahun ini naik 4,3 persen.

Namun demikian pakar pertanian Prof Bustanul Arifin, Guru Besar Universitas Lampung, justru khawatir kondisi tesebut akan menimpa Indonesia, sebab kekeringan kini telah mengintip di sejumlah propinsi di Indonesia. 

Saat ini propinsi yang menjadi lumbung padi mengalami kekeringan yang cukup parah, seperti Aceh, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Sumbawa dan juga di NTB.

Bila kekeringan ini berlanjut, dikhawatirkan akan muncul krisis pangan, meskipun pemerintah akan segera membuka keran import untuk beras, kedelai dan jagung.

Namun langkah ini, menurut Bustanul tidak akan menyelesaikan persoalan mengingat kebijakan tersebut tidak sustainable untuk menjaga ketahanan pangan.

Berbeda dengan krisis pangan tahun 2008 lalu, krisis pangan terjadi karena banyak spekulan bermain sehingga berdampak pada harga.

Sementara krisis pangan tahun ini terjadi karena supply yang terganggu akibat kekeringan yang terjadi di Amerika, Rusia dan beberapa tempat lainnya termasuk Indonesia. 

Mampukah Indonesia mengatasi krisis pangan yang terjadi?

Kontributor

Dian Islamiati Fatwa

Dian Islamiati Fatwa

Produser

Karir Dian di dunia jurnalistik dan penyiaran dimulai sejak tahun 1992.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.