Meretas situs resmi milik Presiden Republik Indonesia.

Meretas situs resmi milik Presiden Republik Indonesia.

Meretas situs resmi milik Presiden Republik Indonesia.

Diperbaharui 1 February 2013, 11:51 AEST

Keisengan yang kerap dilakukan para hacker atau peretas situs-situs bukan saja hal yang bisa disalahkan. Tetapi sistem pertahanan situs-situs, khusunya milik pemerintah yang dipertanyakan.

Situs resmi milik Presiden Republik Indonesia diretas atau di-hack oleh seorang lulusan SMA berusia 22 tahun yang mengaku hanya iseng saja.

Menurut pengamat teknologi informasil, yang juga pendiri situs Saling-Silang, Enda Nasution, memang keisengan adalah salah satu motif kebanyakan para hacker dalam melakukan aksinya. Tetapi keisengan saja tidak bisa disalahkan.

"Pelaku peretasan, Wildan mengaku tidak memiliki motif politik apa-apa hanya sekedar iseng saja. Jadi, memang ada kombinasi antara waktu yang berlebih, juga keisengan, ingin membuktikan diri juga, tapi di sisi lain juga ada lemahnya kesadaran terhadap keamanan dalam sistem sekuriti, bahkan yang dimiliki pemerintah sekalipun," ujar Enda.

Menurur Enda, situs-situs milik pemerintah di Indoensia seharunys dilengkapi dengan sistem keamanan yang akan mempersulit 'keisengan' para peretas situs.

"Secara umum, dengan contoh bahwa situs Presiden RI sekalipun, yang seharusnya dilengkapi dengan budget yang cukup bisa di hack atau diretas oleh seorang lulusan SMA penjaja warnet, memang menjadi contoh bahwa sistem yang dimiliki pemerintah ini memang lemah."

Lanjut Enda, kelemahan ini bukan hanya karena pengawasannya kurang, tetapi juga kurangnya perhatian terhadap kesadaran soal adanya sistem pengamanan terhadap situs-situs, terutama milik pemerintah.

"Memang butuh perhatian khusus dan juga butuh kesadaran untuk selalu meng-update dan me-maintain sistem yang ada. Karena memang secara periodik di kalangan komunitas sekuriti ada informasi dan update tentang apa-apa kebolongan-kebolongan yang harus ditambal."

"Di banyak situs pemerintah, kebolongan-kebolongan ini yang tidak ditanggapi. Jadinya banyak yang memanfaatkan kebolongan-kebolongan tersebut."

Enda juga menjelaskan dengan akses internet yang semakin murah dan informasi tentang hacking juga banyak tersedia di Internet, maka ancaman hackers pun akan terus meningkat.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.