Millenium Development Goals 'sulit tercapai' di Indonesia

Millenium Development Goals 'sulit tercapai' di Indonesia

Millenium Development Goals 'sulit tercapai' di Indonesia

Terbit 26 February 2013, 16:23 AEST

Tenggat pencapaian komitmen pembangunan millenium atau Millenium Development Goals (MDGs) tinggal 2 tahun lagi, dan masih banyak target yang dianggap sulit tercapai.

Walaupun mengatakan akan terus menggenjot kemampuan mencapai target, Kantor Utusan Khusus Presiden untuk Millenium Develompment Goals (MDGs) mengàkui ada tiga target MDGs yang sulit dicapai pada tahun 2015, yaitu target penurunan angka kematian ibu melahirkan, target penurunan angka penyebaran virus HIV/AIDS, serta akses air bersih dan sanitasi dasar.

Asisten Utusan Khusus Presiden Indonesia untuk pembangunan millennium (MDGs) Diah Saminarsih mengatakan ada sejumlah faktor yang membuat ketiga target itu sulit tercapai, di antaranya pembangunan yang belum merata, buruknya infrastruktur, dan kualitas pelayanan kesehatan yang tidak sama antar provinsi.

Contohnya, daerah-daerah yang hanya memiliki satu sarana Puskesmas dengan jarak yang jauh dan kondisi jalan yang buruk menyebabkan angka kematian ibu melahirkan tetap tinggi setiap tahunnya. Selain itu kondisi ini juga diperburuk dengan kurangnya tenaga kesehatan di daerah, terutama di daerah terpencil di Indonesia.

Kondisi ini menurut Diah akan sedikit lebih baik, jika saja program keluarga berencana atau KB tetap berjalan. 

"Population control itu menjadi salah satu penyebab utama kenapa angka kematian ibu terus bertambah. Karena, dengan tidak adanya KB ini sekarang, itu menyebabkan akses terhadap kontrasepsi juga menurun. Itu membuat faktor resiko ibu kematian ibu saat melahirkan meningkat. Makin sering dia hamil dan melahirkan, faktor resiko dia bertambah terus."

Untuk mencapai tujuan MDG mengenai kesehatan ibu, Indonesia harus menurunkan angka kematian ibu saat melahirkan menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup pada 2015 dari angka saat ini yang setinggi 228 per 100.000 kelahiran.

Sementara itu, pencapaian target MDG terkait HIV/AIDS sulit tercapai karena, fakta menunjukan, dalam lima tahun terakhir jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia terus bertambah.

Saat ini, menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia, sedikitnya ada 6.300 kasus AIDS dan 20.000 kasus HIV sejak 1987. Meskipun sulit, namun ,menurut Diah Saminarsih, pemerintah terus berupaya dan bekerjasama dengan sejumlah kementerian agar penurunan bisa dicapai meski melebihi tahun 2015.

"Kalau dari kantor kita saja, kita memilih intervensi kesehatan primer jadi kita memperkuat level Puskesmas baik dari sisi sumber daya maupun alat kesehatan dasar yang harus ada di Puskesmas, kita berusaha untuk itu. Jadi kita merekrut dan mengirim tim profesional kesehatan dari dokter, bidan, perawat dengan pemerhati kesehatan untuk memperkuat sistem kesehatan primer."

Sementara itu upaya pemerintah memenuhi target MDG di tengah keterbatasan dana pembangunan ini diapresiasi Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartika Sari. Terkait upaya menekan tingginya angka kematian ibu melahirkan, Dian mengusulkan agar pemerintah melakukan langkah terobosan. Salah satunya memberikan beasiswa sekolah bidan untuk perempuan di desa.

"Biasanya bidan yang ditempatkan di daerah itu ada banyak masalah, mereka harus menyesuaikan diri, mereka tidak kerasan lalu pulang tetapi kalau anak-anak di daerah itu setelah tamat SMA kemudian mereka mendapatkan beasiswa untuk menjadi bidan sehingga setiap desa ada bidan. Saya kira juga itu akan menolong mengurangi angka kematian ibu melahirkan."

Kontributor

Iffah Nur Arifah

Iffah Nur Arifah

Reporter

Iffah adalah jurnalis Radio Australia pertama yang berbasis di Jakarta. Liputannya mencakup berbagai peristiwa politik, ekonomi dan sosial yang terjadi di Indonesia.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.