Minuman alkohol di Indonesia: sosialisasi dan penegakan hukum

Minuman alkohol di Indonesia: sosialisasi dan penegakan hukum

Minuman alkohol di Indonesia: sosialisasi dan penegakan hukum

Diperbaharui 8 January 2013, 19:41 AEDT

Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, mendesak pemerintah Indonesia untuk melakukan pengawasan atas alkohol oplosan. Bob Carr akan mendiskusikan ini dengan pihak berwajib di Indonesia.

Sebagaimana luas diberitakan, seorang pemuda Australia, Liam Davies, 19 tahun, tewas sesudah menenggak arak oplosan ketika merayakan malam Tahun Baru di Lombok.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucky S. Slamet, dalam keterangan kepada Radio Australia mengatakan, sebenarnya perangkat hukum untuk menjamin agar minuman alkohol yang diperjual-belikan di Indonesia sudah diberlakukan sejak tahun 1998, namun di sana sini memang masih terjadi oplosan yang dapat berakibat fatal.

"Oplosan-oplosan ini karena supply and demand, tapi mungkin juga ketidaktahuan dari penjual," katanya. 

"Dengan banyaknya kejadian-kejadian ini, pemerintah lebih banyak melakukan sosialisasi mengenai ketentuan-ketentuan terkait. Kemudian, kalau sudah dikasih tahu belum ditegakkan, law enforcement yang ditegakkan," lanjutnya.

Dra. Lucky Slamet juga mengakui kesulitan penegakan hukum tersebut, karena pengawasan peredaran makanan dan minuman yang harus dilakukan bersama dengan unsur-unsur dinas lokal, melalui tim terpadu yang didukung oleh BPOM. 

Dia mengatakan pemerintah menanggapi kejadian-kejadian ini secara serius.

"Kami sangat prihatin mendengar berita-berita tersebut, ini bukan saja untuk para turis, tapi juga untuk rakyat sendiri."

Ikuti wawancara lengkapnya melalui audio yang disediakan.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.