Narkotika: Tongkat Membawa Rebah

Narkotika: Tongkat Membawa Rebah

Narkotika: Tongkat Membawa Rebah

Diperbaharui 30 January 2013, 13:09 AEDT

Pengarang Inggris abad ke-18/19 Samuel Taylor Coleridge terkenal karena karya-karya besarnya, termasuk Kubla Khan.

Diketahui bahwa khusus karyanya Kubla Khan ditulis ketika Coleridge telah menjadi pengguna candu yang dimaksudkannya untuk 'menenangkan dan menyantaikannya, menghilangkan rasa sakit pada lutut dan bagian-bagian lain tubuhnya dan penghilang rasa murung (anti-depressant)'.

Tidak jelas bagaimana hubungan antara candu dan daya-ciptanya. Yang pasti Coleridge kemudian mengutuk bahan yang memadatkan ini.

Sekarang, banyak selebriti yang merasa kurang 'afdal' kalau tidak juga menggunakan narkotika.

Pesta-pesta narkotika (sabu-sabu, putaw dan sejenisnya) sudah begitu sering berlangsung dan dihadiri banyak selebriti.

Ahad lalu (27/1) pihak berwenang merazia rumah seorang selebriti kondang Raffi Ahmad dan menciduk sejumlah orang yang disangkan telah menggunakan narkotika yang kabarnya belum dikenal secara luas di Indonesia.

Yang digiring ke kantor Badan Narkoba Nasional Indonesia adalah nama-nama sejumlah orang beken yang sudah sangat berkecukupan hidupnya.

Lalu kenapa masih merasa kurang dan kemudian ingin naik ke 'langit ke-7' dengan bantuan narkotika?

Dalam wawancara dengan Radio Australia psikolog Tika Bisono Mpsi,Psi menjelaskan segi-segi kejiwaan dari para selebriti yang menggunakan dan bahkan membutuhkan narkotika, tanpa menghiraukan akibat-akibat buruknya.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.