Nasib Anak Dagang Di Rantau Orang

Nasib Anak Dagang Di Rantau Orang

Nasib Anak Dagang Di Rantau Orang

Diperbaharui 5 February 2013, 12:26 AEST

Nasib perantau (TKI) memang biasanya dilukiskan sebagai perjuangan yang sangat berat.

Itulah sebabnya pantun Melayu mengatakan:

Permatang rimba bersuluh terang,
Ranting bersilang taut pegaga,
Dagang hamba jauh di seberang,
Membanting tulang buat keluarga.

Selama ini sudah sering terjadi penganiayaan serta pelecehan-pelecehan lainnya yang diderita oleh sementara Tenaga Kerja Indonesia, baik lelaki, apalagi perempuan, di sejumlah negara, seperti Malaysia dan Arab Saudi.

Begitu rupa hingga pemerintah Indonesia sempat menerapkan moratorium - atau penghentian sementara - pengerahan Tenaga Kerja Indonesia ke Arab Saudi dan Malaysia.

Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat Migrant Care, Anis Hidayah, dalam wawancara dengan Radio Australia menyesalkan bahwa dalam kesempatan melakukan Umrah di Tanah Suci dan pembicaraan dengan penguasa setempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak memasukkan perihal nasib para TKI yang mencari nafkah di kerajaan itu ke dalam pokok persoalan yang dibahas.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.