Nidji siap menggebrak Australia: "Panggung adalah pesta"

Nidji siap menggebrak Australia: "Panggung adalah pesta"

Nidji siap menggebrak Australia: "Panggung adalah pesta"

Diperbaharui 18 December 2012, 17:27 AEST

Tahun depan, Nidji akan merambah pasar musik Australia dengan peluncuran single terbaru mereka, 'Hold Up'' dan rencana tour di negara tersebut. Apa saja yang dilakukan oleh Nidji untuk mempersiapkan diri di Australia, dan apa kunci aksi panggung Nidji yang sangat ekspresif? Randy Danistha, pemain keyboard Nidji, dan Ariel Harsya, gitaris, berbincang-bincang dengan Radio Australia untuk mendiskusikan ini.

Dibentuk pada tahun 2002, Nidji yang dalam bahasa Jepang artinya pelangi, kini akan membawa berbagai warna musik dan ekspresi mereka ke Australia. Bukan hanya merambah pasar dan negara baru, Nidji juga melakukan eksplorasi dalam musik mereka. 

"Mumpung bahasa Inggris," kata Randy ,"Kita mengekspresikan lebih luas. Kalau Bahasa Indonesia, di sini yang laku cinta."

Tapi ini bukan berarti Nidji berubah hanya untuk menyesuaikan diri dengan pasar. Bekerja dengan Steve James, dua anggota Nidji ini mengaku berhasil membuka berbagai kemungkinan musikalitas dan tema yang belum pernah mereka temukan bersama produser Inggris ternama tersebut. Steve James, yang sebelumnya pernah menjadi produser band-band seperti The Screaming Jets dan Sex Pistol menjadi produser dalam pembuatan album Victory'yang diakui oleh Ariel dan Randy akan lebih liar dan ekspresif daripada album mereka sebelumnya, Liberty.   

"Kita selalu berkiblat dengan band rock Inggris. Dan ketika ditanggani langsung oleh orang Inggris, beneran nyambung dan memiliki visi yang sama," aku Randy.

Sementara kata Ariel, Steve James membantu dalam memberikan sentuhan dan formula baru dalam komposisi musik mereka.

"Dia (Steve) membuka pola pikir yang baru dalam hal cara menghandle, cara meng-aransemen, dia paling tahu cara menarik benang merah dari lagu-lagu yang dibawakan," jelas Ariel.

Siap hadapi Australia

Dipilihnya Australia, menurut Nidji, karena ada kesamaan genre musik yang diusung oleh Nidji dengan yang diusung oleh beberapa band yang populer di Australia. Banyak band-band dari Australia, termasuk di antaranya The Temper Trap, yang menjadi inspirasi bagi Nidji untuk merambah negara yang memang memiliki tradisi musik yang, seperti Nidji, banyak terpengaruh oleh musik-musik rock dari Inggris. 

"Yang paling dekat dengan genre ini di sekitar kita itu adalah Australia, karenanya langkah pertama adalah Australia dulu," ujar Randy. 

Di Australia, mereka akan merilis single pertama yang berjudul "Hold Up", dan diikuti dengan album "Victory". Lagu Hold Up, menurut Ariel dan Randy, terinspirasi dari kesulitan yang seringkali dialami warga Indonesia seperti kemacetan atau berita soal korupsi yang tak kunjung usai.

"Single Hold Up ini, seperti lagu-lagu lainnya Nidji, berasal dari jamming," kata Ariel Harsya, gitaris Nidji. "Di Indonesia banyak ngeliat hal-hal yang sering bikin down. Seperti macet. Setiap hari beritanya korupsi. Cuma Hold Up ini liriknya tentang sesuatu yang bisa mengangkat, kita bertahan, kita semangat, apa pun yang terjadi harus tetap semangat."

Ini bukan pertama kalinya Nidji melakukan eksplorasi lagu dan lirik dalam bahasa Inggris. Sebelumnya, mereka sudah memiliki single lainnya seperti Disco Lazy Time, Breakthrough, Angel, hingga Shadows yang pernah masuk dalam album soundtrack serial Heroes di Asia Tenggara. Dan tentu saja ada single terbaru Nidji, Liberty and Victory, yang videonya diambil di Old Trafford Stadium dengan para anggota Manchester United, seperti Wayne Rooney (bertemu dengannya, menurut Randy, "seperti mimpi."), juga memiliki lirik bahasa Inggris. 

Dan, seperti Manchester United yang berhasil tampil prima dan mencetak beberapa kemenangan dalam liga premier Inggris, Nidji menyatakan siap tampil prima untuk Sydney, Melbourne, dan Perth pada awal 2013 mendatang.

"Bagi Nidji, panggung itu sifatnya magical. Panggung itu pestanya para musisi, sekaligus terapi," kata Ariel.

"Setelah melewati berbagai perbedaan dan rintangan dalam proses pembuatan lagu, obatnya justru adalah waktu manggung."

Kontributor

Erwin Renaldi

Erwin Renaldi

Produser

Dikenal sebagai presenter, Erwin juga memproduksi sejumlah video untuk website dan TV di Indonesia. Ia bergabung ABC sejak pertengahan tahun 2011.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.