"Papuan Voices" ceritakan kisah keseharian hidup orang Papua

"Papuan Voices" ceritakan kisah keseharian hidup orang Papua

"Papuan Voices" ceritakan kisah keseharian hidup orang Papua

Diperbaharui 22 May 2013, 14:25 AEST

Melalui cerita kisah-kisah nyata kehidupan keseharian dan problematika hidup orang asli Papua, film Papuan Voices atau Suara Papua mengangkat isu-isu kemanusiaan di Papua Barat. 

Maria Goreti, dari Papua, pernah menjalin hubungan asmara dengan seorang prajurit asal Bandung bernama Samsul. Hubungan cinta mereka berakhir ketika sang prajurit meninggalkan Papua. Tanpa putus asa, Maria menulis surat kepada Samsul meminta ia kembali untuk menjenguk anaknya. 
 
Ini adalah salah satu kisah nyata yang merupakan bagian mini seri Suara Papua, kumpulan film dokumenter dari Papua Barat. 
 
Radio Australia bertemu dengan Enrico Aditjondro dan Frengky Making, dua pembuat film Suara Papua, ketika berada mereka di kota Melbourne dalam rangka tur screening keliling kota-kota bagian Timur Australia dan mewakili tim pembuat film Suara Papua lainnya. 
 
Enrico menjelaskan film ini unik karena film-film dokumenter itu diceritakan oleh rakyat Papua sendiri.
 
"Kita ingin supaya teman-teman di Papua bisa bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi di sana, terutama mengubah stereotipe-stereotipe tentang Papua di tempat-tempat seperti Jakarta misalnya," ujarnya.
 
Frengky Making mengatakan Suara Papua menunjukkan semangat perjuangan rakyat Papua untuk kehidupan yang lebih baik. 
 
"Papuan voices adalah sebuah media video yang bercerita tentang kehidupan keseharian masyarakat Papua dan semangat nilai-nilai perjuangan dari masyarakat Papua sendiri untuk berubah," kata Frangky.
 
Di kota Melbourne, film Suara Papua ini ditayangkan di beberapa universitas, salah satunya Universitas Swinburne. Andrew Dodd adalah seorang dosen di universitas tersebut, dan dia menganggap penayangan film ini merupakan kesempatan bagus untuk mahasiswa melihat kehidupan sehari-hari di Papua.
 
"Kami biasanya hanya mendengar mengenai berita aktivitas militer atau pelanggaran HAM yang terjadi di Papua. Dokumenter ini bercerita mengenai kisah rakyat kecil. Jadi saya ingin murid-murid menonton film ini karena mereka bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi di Papua."
 
Suara Papua mengangkat isu-isu kemanusiaan melalui cerita keseharian dan problematika hidup orang asli Papua Barat.
 
Ketika ditanya apa harapannya dari pembuatan film dokumenter Suara Papua ini, Frengky menjawab, "Saya mencintai Indonesia tapi saya lebih mencintai keadilan dan kebenaran bagi rakyat Papua."

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.