Pengalaman BMI : perlu persiapan matang untuk hindari perlakuan buruk

Pengalaman BMI : perlu persiapan matang untuk hindari perlakuan buruk

Pengalaman BMI : perlu persiapan matang untuk hindari perlakuan buruk

Diperbaharui 27 December 2012, 14:45 AEST

Ada peribahasa : rumput di rumah tetangga terlihat lebih hijau. Itulah mungkin mengapa banyak orang bercita-cita bekerja di luar negeri. 

Sayangnya rumput tetangga ternyata tidak selalu lebih hijau, dan mengadu nasib di luar negeri tidak selalu menyenangkan. Banyak kisah sedih tentang nasib tenaga kerja Indonesia di luar negeri di negara-negara tertentu, terutama dialami mereka yang kurang punya ketrampilan.

Tapi tentu ada juga yang mendapat pengalaman kerja yang positif. Apakah ini suatu kebetulan atau berkat kiat-kiat tertentu?
 
Etiningsih Cooper, seorang mantan buruh migran Indonesia (BMI) yang kini bermukim di Australia, mengatakan beruntung karena mendapat boss yang baik sewaktu bekerja sebagai nanny atau pengasuh anak di Hong Kong.
 
Eti --nama panggilan Etiningsih-- selepas SMA di Nganjuk belajar bahasa Inggris selama 1 tahun. Sewaktu belum memutuskan langkah selanjutnya, datang tawaran dari suatu perusahaan rekrut dari Jakarta untuk bekerja di luar negeri.
 
Akhirnya ia dan seorang kakaknya memutuskan menerima tawaran itu karena mendapat pesangon yang cukup besar untuk ukuran mereka di tahun 1998. 
 
Untuk itu mereka menjalani 6 bulan training di ibukota untuk jenis pekerjaan yang akan dilakukan nanti. Eti memilih menjadi nanny karena tidak tertarik pada pekerjaan PRT ataupun merawat orang jompo.
 
Eti juga memilih pergi ke Hong Kong karena sudah mendengar bahwa di sana hak-haknya akan lebih terlindungi dibandingkan di Malaysia dan Arab Saudi.
 
"Waktu tahun 98 itu saya sudah denger Arab Saudi dan Malaysia itu mengerikan banget kalau mau ke luar negeri, jadi mungkin waktu itu Hong Kong jadi pilihan saya karena beda dengan negara lain."
 
Setibanya di Hong Kong ia sempat nego tentang isi kontraknya supaya mendapat hari libur. Majikannya bersedia mengganti hari liburnya dengan uang.
 
Karena sudah berbekal bahasa Inggris, komunikasinya dengan majikan tidak terlalu sulit, dan setelah beberapa bulan tidak ada masalah.
 
Kata Eti pada umumnya perlakuan terhadap BMI di Hong Kong lebih baik dibanding di negara-negara lain, tapi ia sempat juga menjumpai kasus BMI yang diperlakukan tidak baik oleh majikan.
 
Kenalannya, seorang ibu usia 40-an yang bekerja sebagai PRT, tidak tahu kemana harus mengadukan masalahnya karena agennya tidak mau tahu.
 
"Pihak KJRI juga mungkin udah banyak masalah juga, kayaknya tidak begitu serius menanggapi masalah teman saya ini", tutur Eti.
 
Ia kemudian mengantar temannya ke kantor persatuan domestic helper, yang biasa menerima pengaduan dari pada buruh migran dan membantu mereka.
 
"Dia bilang dia suka dipukul sama bossnya karena dia nggak tahu bahasa Inggris, nggak tahu bahasa Cantonese di sana ..."
 
Menurut Eti, selain itu pelatihan temannya tersebut waktu di Jakarta sangat kurang, beda dengan persiapan yang diberikan perusahaan yang merekrut dirinya.
 
"Jadi dia kayaknya nol banget untuk bekerja di Hong Kong itu, makanya bikin boss dia jengkel ke dia, mau mulangin dia ke Indonesia atau gimana ... makanya dia bingung juga, nggak mau pulang ke Indonesia katanya."
 
Eti menyarankan kepada orang-orang yang berniat menjadi BMI, kalau belum siap, siapkan diri matang-matang di Indonesia, karena kurang pengalaman kerja dan tidak bisa komunikasi bisa menimbulkan kejengkelan dan menghabiskan kesabaran majikan.
 
Paling tidak, dianjurkan menguasai sedikit bahasa Inggris kalau tidak bisa bahasa negara bersangkutan.
 
Ia juga menyarankan agar di luar negeri sering bertukar pengalaman dengan para BMI yang lain supaya tidak diperlakukan seenaknya oleh majikan atau agen.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.