Pesawat hibah dari Australia dianggap hanya beri beban bagi Indonesia

Pesawat hibah dari Australia dianggap hanya beri beban bagi Indonesia

Pesawat hibah dari Australia dianggap hanya beri beban bagi Indonesia

Diperbaharui 6 July 2012, 18:03 AEST

Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanudin menilai, hibah empat pesawat bekas Hercules C-130 hanya membebani APBN saja karena ternyata pesawat tersebut butuh perbaikan.

Satu pesawat bekas Australia yang dihibahkan membutuhkan biaya perbaikan, setidaknya $ 15 juta, untuk kemudian bisa dioperasikan secara layak.

Karena itu Hasanudin melihat pemberian hibah pesawat Hercules dari Australia bisa dibatalkan, karena cukup mahal.

Pemberian tersebut pun belum pernah dikonsultasikan dengan pihak DPR.

Ikuti wawancara selengkatpnya dengan rekan Dian Islamiati Fatwa.

Topik:

Kontributor

Dian Islamiati Fatwa

Dian Islamiati Fatwa

Produser

Karir Dian di dunia jurnalistik dan penyiaran dimulai sejak tahun 1992.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.