Petani tembakau hanya dijadikan tameng oleh industri rokok

Petani tembakau hanya dijadikan tameng oleh industri rokok

Petani tembakau hanya dijadikan tameng oleh industri rokok

Diperbaharui 11 January 2013, 12:28 AEDT

Apakah Peraturan Pemerintah soal konsumsi tembakau bisa mengurangi jumlah perokok di Indonesia? Benarkah peraturan ini bisa mematikan para petani tembakau di Indonesia?

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menandatangani Peraturan Pemerintah Tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau.

Peraturan ini salah satunya untuk mengatur soal pencantumkan gambar peringatan bahaya rokok pada bungkus rokok.

Menurut Dewan Penasihat Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Kartono Mohammad, peraturan ini bisa efektif jika dilakukan secara konsisten, meski membutuhkan waktu.

"Yang kita harapakan, terutama jumlah perokok baru atau anak muda yang berkurang," ujar Kartono.

Di Indonesia, perusahaan-perusahaan rokok justru memberikan dukungan dana atau sponsor untuk sejumlah pertandingan olah raga dan pertunjukan musik.

Bahkan tak sedikit, liga-liga besar seperti sepakbola dan basket yang mengusung nama merk rokok.

"Pemerintah harusnya berani mengatakan bahwa jangan lagi ada kegiatan olah raga atau kesenian yang disponsori oleh industri rokok. Harusnya berani seperti itu," tegas Kartono.

Menanggapi kritikan soal peraturan ini yang dianggap bisa melumpuhkan para petani tembakau di daerah, Kartono justru mengatakan hal itu hanyalah tameng yang digunakan perusahaan rokok. 

"Strategi di negara manapun juga menggunakan petani tembakau sebagai tameng. Petani di Indonesia sebenarnya tidak diuntungkan oleh industri rokok. Para petani justru berada di bawah tekanan, karena industri rokok tidak mau membeli tembakau dalam negeri, karena terlalu banyak mengandung pestisida, misalnya."

"Kita sebenarnya sekarang ini impor daun tembakau, tidak menggunakan tembakau lokal, tetapi impor dari Amerika Serikat, Cina, Turki. Jumlah impor tembakau kita itu sudah begitu besar, karenanya saya tidak yakin kalau industri rokok betul-betul membela petani tembakau," tambah Kartono.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.