Produk pakaian dari merk ternama di Indonesia dinilai mengandung racun

Produk pakaian dari merk ternama di Indonesia dinilai mengandung racun

Produk pakaian dari merk ternama di Indonesia dinilai mengandung racun

Terbit 21 November 2012, 12:49 AEST

Greenpeace, lembaga swadaya masyrakat (LSM) yang menyoroti soal lingkungan menyatakan sejumlah produk pakaian dari merk ternama di Indonesia mengandung bahan kimia berbahaya.

Anda penyuka produk fashion dari merk-merk ternama dunia? Hati-hati, karena temuan Greenpeace menyebutkan produk tersebut mengandung zat kimia yang membahayakan lingkungan.

Diantara merk ternama yang disebut Greenpeace adalah Zara, Materbonwe, Levi's, Mango, Calvin Klein, Jack and Jones, Esprit, GAP, Armani, dan Mark and Spencer.

Temuan ini ditulis dalam laporan investigasi Greenpeace, "Benang Beracun - MerkFashion ternama Terjahit Dengannya", yang diluncurkan pada hari Selasa (20/11).

Dalam laporan tersebut dikatakan dari 141 produk yang dibeli dari gerai resmi merk-merk tersebut, 20 diantaranya mengandung bahan kimia berbahaya, seperti NPEs (Nonylphenol Ethoxylates), toxic phtaler, dan amina.

Juru Kampanye Air Bebas Racun Greenpeace Indonesia, Ahmad Ashov mengatakan investigasi dilakukan dengan mengkoleksi empat sampel produk yang dijual di Indonesia dan delapan produk yang diproduksi di Indonesia. Hasilnya, 80% mengandung NPEs yang membahayakan lingkungan.

"Pada saat dicuci, bahan kimia itu terlepas ke badan-badan air. Zat NPEs terdegradasi menjadi Nonylphenol, racun yang lebih membahayakan," jelas Ahmad.

"Bahan-bahan kimia yang ditemukan menjadi indikator kuat bahwa besar kemungkinannya digunakan dalam proses produksi, sehingga kemungkinan dilepaskan ke badan-badan air di Indonesia."

Pencemaran air

NPEs adalah zat yang banyak ditemukan dalam produk fashion sebenarnya digunakan untuk pembuatan deterjen, kertas, dan bahan pemadam api.

Sebuah riset menunjukkan, jika zat ini terlepas ke sumber air, seperti sungai, maka akan memicu kasus interseksual.

Banyak ditemukan ikan jantan yang berubah menjadi ikan betina atau memiliki dua kelamin. Bahkan melalui rantai makanan, senyawa ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan berpotensi menyebabkan gangguan hormon.

"Di daerah hulu sungai Citarum dari Majalaya hingga Bendungan Saguling, 80% adalah kawasan tekstil. Masyrakat menggunakan air yang sudah terkontaminasi oleh pabrik karena tidak ada pilihan, termasuk untuk memasak dan mencuci," kata Ahmad.

"Citarum adalah pusat tekstil Indonesia, 60% produksi tekstil berasal dari aliran sungai, dan kita tahu orientasi tekstilnya pun adalah untuk ekspor."

Sementara itu, Kepala Biro Humas Kementerian Perindustrian, Hartono mengatakan pemerintah sudah mengawasi ketat industri tekstil dan garmen.

"Harus diuji dulu secara lab karena pengawasan kita dari sisi produksi telah aman, temuan ini harus diuji ulang," ujarnya.

 

 

Kontributor

Iffah Nur Arifah

Iffah Nur Arifah

Reporter

Iffah adalah jurnalis Radio Australia pertama yang berbasis di Jakarta. Liputannya mencakup berbagai peristiwa politik, ekonomi dan sosial yang terjadi di Indonesia.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.