SBY sekarang lebih fleksibel soal kasus narkoba

SBY sekarang lebih fleksibel soal kasus narkoba

SBY sekarang lebih fleksibel soal kasus narkoba

Diperbaharui 24 May 2012, 13:32 AEST

Professor Tim Lindsay, Ketua Institut Australia - Indonesia mengatakan kepada Radio Australia bahwa kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal kejahatan narkotika dan obat-obatan sudah berubah. Ia menilai kini Presiden SBY lebih fleksibel.

Soal pernyataan Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsudin, yang mengatakan pemberian grasi ini sebagai pesan kepada Australia untuk membebaskan warga Indonesia yang ditahan, Tim menilai bahwa itu adalah diplomasi yang informal. Ia beranggapan tidak ada pernah ada kesepakatan "tukar guling" tahanan.

Lantas bagaimanakah nasib terpidana mati kasus narkoba, Sukumaran dan Chan? Apakah mereka juga akan mendapatkan pengampunan?

Simak wawancara Dian Islamiati bersama Tim Lindsay melalui audio yang sudah disiapkan berikut ini.

Kontributor

Dian Islamiati Fatwa

Dian Islamiati Fatwa

Produser

Karir Dian di dunia jurnalistik dan penyiaran dimulai sejak tahun 1992.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.