Senjata Makan Tuan

Senjata Makan Tuan

Senjata Makan Tuan

Diperbaharui 18 December 2012, 13:44 AEDT

Lagi-lagi terjadi pemberondongan di Amerika Serikat.

Kali ini sasaran utamanya adalah siswa-siswi sebuah sekolah dasar di kota kecil Newtown, Connecticut, Amerika Serikat.

Adalah senjata otomatis canggih yang dapat menimbulkan begitu banyak kematian dalam waktu yang begitu singkat.

Dan adalah 'lembutnya' undang-undang pemilikan senjata api di Amerika yang telah, dan rasanya, akan terus memungkinkan banyak orang di negara adhikuasa itu untuk memiliki senjata api.

Suatu perkiraan menyebutkan bahwa di Amerika terdapat dan beredar sekitar 300-juta pucuk senjata api (penduduk Amerika diperkirakan berjumlah 311-juta jiwa.)

Saban hari 80 orang di Amerika tewas karena tembakan senjata api, sementara jumlah mereka yang bunuh diri dengan menggunakan senjata api di Amerika setiap tahun mencapai jumlah 20-ribu.

Namun, mereka yang membela keleluasaan untuk memiliki senjata api di Amerika bersikeras bahwa 'yang membunuh bukan senjatanya, melainkan manusianya'.

Itulah makanya ketika masih menjadi Wakil Presiden Amerika Serikat (2000-2008) Dick Cheney, dalam suatu pidato yang mendapat sambutan meriah dari hadirin, tanpa sungkan mengatakan: "Sumber kebahagian Amerika adalah laras senjata api".

Profesor Greg Barton dari Universitas Monash, Melbourne, dalam wawancara dengan Radio Australia Selasa 18-12-12 mengupas bahwa kecenderungan bangsa Amerika untuk menggunakan senjata, antara lain, merupakan warisan dari revolusi mereka melawan Inggris dan Perang Saudara (1861-1865) yang pernah berkobar di negara itu.
 

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.