Serunya bergabung dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia

Serunya bergabung dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia

Serunya bergabung dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia

Diperbaharui 2 January 2013, 14:30 AEST

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia, atau dikenal dengan istilah PPIA, ternyata tidak saja memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk berorganisasi atau bersosialiasi, tetapi juga untuk bertemu dan bertanya langsung kepada Presiden SBY. Ikuti pengalaman seru Bagus Nugroho, Presiden PPIA.

Bagus Nugroho sudah hampir 10 tahun bergabung bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA).

Menurutnya, PPIA itu sangat penting, karena satu-satunya wadah pelajar Indonesia yang diakui oleh pemerintah Indonesia yang juga bisa menyatukan seluruh pelajar Indonesia yang sedang kuliah di luar negeri di seluruh dunia.Tidak hanya itu, dengan bergabung Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) juga bisa menjadi obat rindu terhadap tanah air atau kesepian.

"Apabila kita ada satu masalah atau kegiatan, kita bisa melakukannya bersama-sama. Jadi teman-teman pelajar juga tidak merasa sendiri," ujar Bagus.

Bagus baru saja pulang dari kota New Delhi, India, untuk menghadiri simposium Persatuan Pelajar Indonesia dari seluruh dunia.

"Ada sekitar 45 perhimpunan pelajar [Indonesia] di seluruh dunia. Kemarin ada sekitar 24 kepengurusan yang bisa datang ke India," jelasnya.

Kalau selama ini kebanyakan dari kita tahu bahwa ada pelajar asal Indonesia di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan negara-negara Eropa Barat, tetapi ternyata ada juga pelajar Indonesia di negara-negara yang mungkin tidak  Anda bayangkan sebelumnya, seperti PPI dari Sudan dan Suriah. 

Simposium pun sempat dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang kebetulan sedang mengikuti pertemuan tingkat tinggi ASEAN-India di India.

"Beliau bersedia menerima kami. Awalnya yang diizinkan hanya enam orang saja, tapi kemudia beliau meminta semuanya datang."

Saat menemui para pelajar, Presiden SBY juga mengajak enam menterinya dan para staff ahli dalam acara sarapan pagi santai.

"Di setiap meja sudah diatur akan ada satu menteri dan satu staf ahli, sehingga kita bisa terus berinteraksi. Setiap meja membicarakan topik sesuai dengan menteri yang berada di meja tersebut, misalnya politik, pendidikan, ekonomi. Setelah selesai, Presiden SBY menyampaikan sambutan."

Mereka juga mendapat kesempatan untuk  menyampaikan saran kepada Presiden.

"Karena pertanyaannya sangat menarik dari teman-teman itu, Pak SBY langsung berdiri dan langsung menjawab, bukan melalui menterinya."

Hasil Simposium PPI Dunia

Dalam simposium itu sendiri dibicarakan berbagai hal, termasuk isu-isu yang akan dilakukan oleh komisi-komisi dalam kepengurusan PPI.

"Misalnya dari komisi teknologi, kita ingin membuat semacam repositori. Jadi buat semua teman-teman yang sedang kuliah, menulis thesis, paper, apabila sudah selesai, kalau bisa ada copy dari thesis mereka dan dari seluruh dunia akan kami kumpulkan."

Sementara itu di tahun 2013 mendatang PPIA berencana akan menggelar OlimPPIA.

"Ini adalah ajang kompetisi olah raga antar pelajar Indonesia di Australia dan akan memperebutkan piala bergilir dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga."

"Tahun 2006 kita diberi piala oleh Menteri Menpora saat itu, Adhyaksa Dault, dan sejak itu, piala tersebut yang diperebutkan."

Bagus adalah kandidat PhD di University of Melbourne yang sedang meneliti fluid mechanic atau untuk mengetahui pengurangan gaya gesek pesawat terbang untuk menghemat penggunaan bahan bakar bagi pesawat.

Ia pun mengajak bagi Anda yang ingim berkuliah di luar negeri dan mencari beasiswa untuk mengunjungi website PPIA untuk mengetahui informasinya.

Kontributor

Erwin Renaldi

Erwin Renaldi

Produser

Dikenal sebagai presenter, Erwin juga memproduksi sejumlah video untuk website dan TV di Indonesia. Ia bergabung ABC sejak pertengahan tahun 2011.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.