Sudahkah pertumbuhan ekonomi Indonesia dirasakan warganya?

Sudahkah pertumbuhan ekonomi Indonesia dirasakan warganya?

Sudahkah pertumbuhan ekonomi Indonesia dirasakan warganya?

Terbit 20 February 2013, 16:19 AEDT

Indonesia seperti madu, dengan pertumbuhan ekonomi dan penambahan jumlah kelas menengah, semakin banyak negara-negara yang ingin bermitra dengan Indonesia untuk sisi market. Sekuat apakah perekonomian Indonesia dan apakah masyarakatnya sudah dapat merasakan?

Indonesia semakin dikenal di dunia internasional sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa dan diramalkan akan menjadi salah satu macan Asia di masa mendatang. Tetapi, mengapa masih ada warga yang mengeluhkan masalah ekonomi dan kesenjangan pun terasa semakin lebar?

"Ukurannya memang masih berbeda, pemerintah hanya menggunakan ukuran-ukuran makro yang sangat terbatas, sehingga jika bisa menjaga pertumbuhan ekonomi dan menjaga inflasi, itulah yang dianggap prestasi," jawab peneliti ekonomi, Dr. Hendri Saparini.

Sementara, lanjut Hendri, masyarakat menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi yang selama ini terjadi adalah pertumbuhan ekonomi yang tidak dimiliki dan dirasakan oleh semua.

"Bahwa ekonomi Indonesia tertinggi di dunia kedua itu memang iya, tetapi pertunmbuhan ini harus bisa dirasakan oleh semua. Sehingga perlu adanya strategi pertumbuhan ekonomi."

Hendri mencontohkan Jawa Barat, dimana tingkat pertumbuhan ekonomi telah meningkat karena meningkatnya investasi di bidang tekstil. Tetapi, masyarakat sekitar yang terlibat dalam industri tersebut sangatlah sedikit.

"Indonesia kurang memberdayakan daerah. Tidak adanya demokrasi ekonomi, dimana masyrakat bisa ikut terbuka untuk ikut terlibat dalam aktivitas ekonomi."

Salah satu strategi yang bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia, menurut Hendri, adalah adanya pemilihan atas sektor-sektor yang melibatkan banyak masyarakat, sehingga tidak perlu lagi adanya urbanisasi.

"Seperti di Cina misalnya, yang memiliki strategi untuk membesarkan desa-desa, kemudian desa-desa ini menjadi eksportir pertanian dan diikuti dengan pertumbuhan industri. Nah, kalau di Indonesia, tidak punya pola."

Simak wawancara selengkapnya dengan Dr. Hendri Saparini melalui audio yang telah disediakan.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.