'Tweet-Plomacy' satu lagi manfaat dari Media Sosial

'Tweet-Plomacy' satu lagi manfaat dari Media Sosial

'Tweet-Plomacy' satu lagi manfaat dari Media Sosial

Terbit 9 November 2012, 13:53 AEDT

Pernahkah mendengar istilah “tweet-plomacy”?

Ini penggabungan antara kata Twitter, media sosial yang sangat popular dengan Diplomacy.

Istilah ini untuk menggambarkan pemanfaatan media sosial seperti Twitter dan Facebook untuk melancarkan kegiatan diplomasi.

Khairani Barokka, atau akrab dipanggil Okka adalah penulis, peneliti, seniman dan pembaca puisi asal Indonesia yang sedang berada di Australia selama 3 minggu, memanfaatkan media sosial yang dikelola Kedutaan Besar Australia di Indonesia untuk mengabarkan kegiatan yang dilakukannya selama berkeliling di Canberra, Sydney dan Melbourne.

Tentu terobosan pemanfaat media sosial ini patut diacungi jempol, karena melalui kisah yang dibagi Okka melalui Twitter, foto di Facebook dan nantinya dua artikel yang khusus ditulis sepulangnya dari Australia, akan tergambar dengan jelas hubungan erat antara kedua negara, tentu melalui pengalaman personal dan pandangan yang subjektif.

Selama berada di Australia, Okka menghadiri konferensi pendidikan kesenian inklusif, melakukan penelitian dan tampil di sejumlah panggung pembacaan puisi.

Selengkapnya mengenai kisah Okka, simak melalui wawancaranya bersama Lily Yulianti Farid.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.