Usut tuntas perdagangan bayi

Usut tuntas perdagangan bayi

Usut tuntas perdagangan bayi

Diperbaharui 8 February 2013, 12:07 AEDT

Komisi Perlindungan Anak, KPA meminta agar Pemerintah dan Kepolisian serius menghentikan aksi kejahatan trafficking perdagangan balita yang baru saja terbongkar di Jakarta.

Operasi penangkapan 7 orang tersangka oleh Kepolisian Jakarta Barat membuktikan jaringan perdagangan bayi sudah melibatkan banyak orang di sejumlah negara dan dapat disebut sebagai sebuah sindikat.

Komisioner KPA, Arist Merdeka Sirait menegaskan melebarnya jaringan perdagangan bayi menandakan Pemerintah belum sepenuhnya melakukan pengawasan dan keseriusan aparat karena dari catatan KPA, laporan kehilangan bayi sudah mencapai hampir 200 balita sepanjangan tahun 2012 lalu.

Kata Arist, modus yang digunakan oleh pelaku berbagai macam, salah satunya adalah adopsi bayi, bahkan dia tak ragu menyebut ada perpindahan bayi hingga Australia.

Sedangkan laporan ke KPA, bayi bayi yang hilang itu rata rata berasal dari rumah sakit atau klinik di berbagai daerah.

Arist Merdeka juga menambahkan, semestinya temuan iklan penjualan bayi di sebuah situs perbelanjaan online beberapa waktu lalu sudah bisa memberikan signal agar Kepolisian dan Pemerintah agar bertindak lebih serius. Karena belakangan, dalam penangkapan Kepolisian baru baru ini, harga penjualan bayi ada yang dihargai senilai 20 juta Rupiah, mirip seperti iklan penjualan bayi.

Sementara itu, Kepolisian Jakarta Barat memang berhasil mengungkap dan menangkap pelaku yang diduga terlibat perdagangan bayi. Semua pelaku yang tertangkap adalah perempuan yang salah satunya pernah berprofesi sebagai bidan.

Para pelaku ditangkap di sejumlah tempat yang berbeda.

Dalam penangkapan itu juga ditemukan paspor bayi dan dokumen palsu lainnya yang diduga sebagai upaya untuk menjual bayi ke luar negeri.

Kepala Satuan Reskrim Kepolisian Jakarta Barat, Hengki Haryadi kepada media mengungkapkan, dari pengakuan para tersangka, sudah ada pembeli dari luar negeri yang telah memberi uang senilai 500 Dollar Singapura.

Simak laporan Laban Laisila selengkapnya.

 

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.